Sabtu, 29 September 2012

Al-Maut

“kudapati diriku terbangun di gigir terjal dari dunia, dari kedalaman mimpi yang dingin.. di mana bayang-bayang tatapannya menjebakku dengan kediaman yang menggigilkanku dari ber-ada-ku yang dingin: Al-Maut. Ia menghampiriku dengan jubah hitam compang- camping, baunya mengerikan tidak bisa didefinisikan, bau itu, bau kematian.. matanya merah bagaikan bara api membakarku, tatapannya membakarku.. belum pernah kurasakan sebelumnya kesepian yang semengerikan ini, aku gemetar, kedinginan, dan seperti kehilangan bahasa. Kemudian aku tak dapat mengingat apa-apa lagi dari pertemuanku dengannya…”

Al Maut, dia berada di mana saja: di jalanan, di kamar yang hangat dan nyaman, di rumah-rumah ibadah, di dalam kedai kopi atau bar-bar dan di antara tawa pestapora orang-orang pada malam-malam perjamuan, terkadang dia mengendap-endap di atas atap rumahmu pada tengah malam yang dalam, atau di kedalaman mimpi seseorang, dia Sang Maut berada di mana saja, di
dalam tubuh kita mengandung maut.
Malam itu Mehdi selamat dari incaran Al Maut, anggap saja Maut yang buta, barangkali ia salah mencabut nyawa atau dia, Maut, bisa kita kelabuhi. Mehdi hampir saja benar-benar berpartisipasi dengan maut, tetapi nasib yang barangkali adalah hubungan sibernetik dengan "umpan balik" pilihan probabilistik, kali ini dia beruntung.. ketika Al Maut menjelma seekor serangga yang masuk ke dalam kopi yang disediakan Ibunya tiap malam, Mehdi meminum tanpa menyadari keberadaan Al Maut yang sunyi itu, sampai akhirnya dia tersedak dan kehabisan nafas. Pada akhirnya Maut bisa saja mendatangimu dengan cara yang paling konyol dan bukan saja hanya pada kematian yang sakral dan
spiritual serta puitis, seperti yang ada di dalam film atau dongeng-dongeng. Tapi kali ini Al Maut gagal mendapatkan Mehdi, karena sesaat setelah tersedak ibunya masuk kamar untuk mengatakan bahwa Ibunya lupa menambahkan krim ke dalam kopi itu, dan Ibunya menemukan Mehdi tersungkur di lantai dengan muka pucat serta gelas kopi yang telah pecah di lantai. Mehdi, ia seorang pemuda yang psimis dan sinis memandang dunia. Dia ngeri terhadap keterasingan, dia mengamini bahwa segala yang dimilikinya hanya akan melemahkannya maka dia memilih untuk berjarak dengan dunia.. dia tumbuh di kedalaman sunyi, terbiasa dengan dendam abadi dan mengamini bahwa dia terlempar ke bumi sepi ini, bumi yang pemandangannya seperti pekuburan, beserta segala penghuni dengan jiwa-jiwa yang mati. Dia tidak bicara dengan orang (kecuali dengan Ibunya, sesekali..)
Bila pun malam beserta segala kecemasannya datang, Mehdi ketakutan, meringkuk di sudut kamar, atau sesekali dia bisa mengatasi itu dengan menulis, atau membaca buku sambil mendengarkan musik sekeras-kerasnya. Dia terteror oleh pikiran-pikirannya sendiri, oleh kenyataan yang dingin dan mimpi yang tak tersentuh. Namun satu hal yang dapat membuatnya gemetar dan sangat ketakutan, yaitu, kesunyian Maut yang dingin. Dia takut oleh bayang-bayang ketiadaan dan kesepian di dalam kematiannya yang akan membuatnya lebih buruk daripada dunia ini…
Setelah lolos dari Al Maut, Mehdi menjadi sombong dan berani menantang hidup, dia menganggap bahwa dia mampu mengelabuhi Maut. Kemudian hari-harinya menjadi tak biasa-biasa saja, dia mulai membuka diri, memasuki hidup, menemu malam, dan berbicara dengan orang.. bangun pagi, mencukur kumis dan jenggotnya, menyeduh kopi sendiri, berbelanja untuk Ibunya, membeli Koran, kemudian berbicara dengan orang-orang soal cuaca, harga keju dan anggur yang naik, dan lain sebagainya, sesuatu yang hidup.. yang dianggap orag (kebanyakan) sebagai cara hidup.
“Sepertinya aku belum pernah merasa begitu dekat dengan kehidupan…” katanya dalam hati kemudian menghirup dalam-dalam udara pagi yang segar sambil berjalan melenggang menuju rumah.
Malam harinya dia akan keluar untuk makan malam, karema dia bosan dan kelelahan memakan masakan Ibunya siang dan malam, setiap hari, seumur hidupnya, kini dia memilih satu tempat yang menjadi tempat langganannya yaitu di sebuah warung makan yang berada di tepi pelabuhan, pemandangan laut yang ditawarkan begitu indah untuk sebuah tempat makan sederhana dan bisa dibilang murah di kota itu. Kemudian ke kedai-kedai kopi atau sebuah bar yang berada di ujung pelabuhan, bar yang tidak pernah terlalu ramai dikunjungi orang, Mehdi banyak bicara dengan seorang tua penjaga bar itu, seorang lelaki tua yang sendiri dan kelelahan.
Suatu malam, di malam yang dingin dan penuh hujan, Mehdi mendatangi bar itu, dia minum banyak dan mabuk, rupanya kini dia mulai mencintai kehidupan, merasa hidup, segala yang ada di dunia beserta segala isinya memabukkannya, kemudian si penjaga bar itu berkata padanya,
“Hei anak muda, sudahkah kau lupa pada sepasang mata yang mengintaimu kala itu, pada malam yang dingin dan terjal bagi hidupmu?”
“Ah kau tidak perlu cemas Pak tua, lihatlah! Aku berhasil lolos dari maut, aku yakin dia pasti tidak akan datang lagi dalam waktu dekat ini, dia terlalu sibuk. Selarang saatnya untuk hidup! Aku tak perlu cemas lagi.”
Dilihatnya jam tua yang tergantung sunyi di bar itu, malam semakin larut, jarum jam melesat menuju tengah malam. kemudian dia meninggalkan bar, menyusuri sunyi jalanan batu tua yang basah di sepanjang tepian selat, dilihatnya pemandangan malam: kapal-kapal very yang melintasi selat, seorang
lelaki yang memancing kesia-siaan karena sudah tahu benar bahwa dia tidak akan mendapatkan ikan di sudut jembatan itu, dan sepasang kekasih melepas rindu panjang di bawah pohon Maple yang beridiri sendirian. Kemudian hujan turun lagi setelah beberapa saat reda, Mehdi segera menuju ke sebuah tempat untuk berteduh. Dia berhenti di depan suatu bangunan tua yang berada di sudut lain, sudut yang paling sunyi dari pelabuhan ini, bangunan ini bisa dibilang mirip dengan sebuah kedai tua yang bukan jaman sekarang seperti kebanyakan.
Terlalu sepi dan udara dingin yang menyelimuti tempat itu membuat suasana horror, seperti tidak ada kehidupan di dalamnya. Perlahan Mehdi mendekati pintu, tapi karena sudah cukup kedinginan di luar dia langsung membukanya, dan dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya itu, seisi kedai yang penuh dengan orang-orang bersorak-sorai, minum bir, whisky, scotch, dan lain sebagainya dengan cuma-cuma, ada yang menari-nari tarian rakyat yang bahagia, bernyanyi dengan suara keras dan parau,
tempat itu begitu sesak dan aneh.
Mehdi masih keheranan, sambil berjalan menuju ke sebuah bar ia celingak-celinguk melihat pemandangan yang ganjil itu. Kemudian dia memesan minumannya, dan minuman pun tersedia, “ini minumanmu bung, GRATIS!”
Mehdi kebingungan dan bertanya-tanya, tempat macam apa ini? Dari luar sana bahkan tempat ini seperti tak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya, tetapi begitu masuk pemandangannya lain, sangat aneh, dia merasa seperti memasuki dunia yang lainnya, meski dipenuhi canda tawa kebahagiaan, pestpora, tapi Mehdi justru merasa sangat kesepian dan sunyi yang tak tertanggungkan.
Dipandanginnya wajah-wajah bahagia itu, seperti ada yang memberat di setiap sudut pandangan mata mereka, atau bisa hanya perasaannya saja karena mengantuk dan banyak minum malam ini.
“KEBEBASAN! Orang-orang sedang merayakan kebebasan. Kami merayakan hari bebas Maut, bung! Mari minum sepuasnya, semua gratis, kau bebas melakukan apapun yang kau mau.”
“Hei, coba lihat itu!” teriak seseorang. Rupanya ada yang ingin membuktikan kebenaran hari
Bebas Maut, seorang lelaki muda yang lumayan tampan dengan style dandy itu berdiri di atas meja bar kemudian diangkatnya botol Absinthe yang masih berisi penuh itu kemudian di hantamkan ke kepalanya, botol pecah, pecahan botol itu jatuh ke lantai, beberapa menancap di kepalanya, cairan hijau dari absinthe yang menggairahkan itu mengalir dari kepalanya, menyatu dengan darah yang kemudian mengucur dari kepalanya itu. Tiba-tiba seorang wanita cantik berambut pirang ikut naik sambil menjilati Absinthe yang ada di tubuh lelaki itu, menjilati darah lelaki itu, kemudian tidak terjadi apa-apa.  Lelaki itu baik-baik saja, tidak meraung kesakitan, atau pun pingsan dan mati kehabisan darah.
Semua orang memberi tepukan tangan, dan mengikuti apa yang dilakukan lelaki itu. Sementara Mehdi tercengang dengan apa yang dilihatnya itu, hal ini membuatnya sedikit ngeri, tapi juga penasaran. Belum juga hal itu membuatnya tercengang, ada lagi seorang wanita yang naik ke meja bar, kemudian melepasi gaunnya yang indah dan panjang menjuntai itu ke sebuah kayu di atas langit-langit, kemudian dia memposisikan kepalanya dengan gaun yang sudah terikat kuat itu, dan segera melompat dari meja bar, dia tergantung-gantung sambil tertawa, seperti seorang anak kecil yang bahagia sedang berman ayunan.
“Kegilaan macam apa ini” dalam hati Mehdi berteriak.
Maut, kini jadi olok-olok dan mainan yang paling menggairahkan di tempat itu, semua orang mencoba hal-hal sadis, menyakitkan, ada juga seorang kakek tua dengan obsesinya mencoba membunuh temannya seperti seorang bar-bar yang keji, namu tak ada satupun yang menemu mautnya.
Mehdi merasa pusing dan sesak dengan pemandangan itu, dia memutuskan untuk pulang dan melupakan hal yang terjadi padanya. Ketika akan meninggalkan tempat itu seorang berkata “Hei Bung, Maut itu ternyata tidak mengerikan. Kau lihat kan?” kemudian lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Setelah kembali ke kamarnya dia berbaring sambil mengingat-ingat kejadian itu, sampai dia merasa kehausan dan kepanasan, kemudian dia turun untuk membasuh muka dank e dapur untuk mengambil air es.
Ditemukannya Ibunya sedang duduk di sofa sambil tertidur, ternyata karena khawatir, semalaman wanita itu menanti anaknya yang tak kunjung pulang. Mehdi mendekati Ibunya itu, menatapnya, kemudian terlintas pikiran untuk membuktikan bahwa maut tak berlaku hari itu,
dia ingin menantang Maut, dia ingin membunuh ketakutan dan kecemasannya itu! kemudian Mehdi kembali ke dapur, mengambil sebilah pisau, dan berdiri di hadapan Ibunya, di belainya wanita tua itu, ketika Ibunya terbangun karena belaiannya itu, begitu membuka mata, wanita itu langsung di tusuk dengan sebuah pisau di tangan anaknya itu, tepat di kepalanya.
Mehdi kemudian terdiam dan memandangi Ibunya, sementara Ibunya meraung-raung dan terjatuh ke lantai sambil memegangi kaki anaknya itu. Beberapa saat kemudian Ibunya tidak bergerak, Mehdi kemudian tersadar, bahwa Ibunya mati. Hatinya hancur, membeku, dan gemetaran, kemudian dia menangis sejadi-jadinya.. Di samping jasad wanita tua itu, dia, Mehdi mengulang kembali pertemuanya dengan Maut kali kedua.
Dicabutnya pisau yang menancap di kepala Ibunya, kemudian di tusukkan tepat ke dadanya, biar mati, hilang segala rasa: sesal, sedih, sakit, rindu, bahagia, segala-galanya. Al Maut tetap datang, dengan janjinya, kepada mereka yang telah di jodohkan. Kita, telah dijodohkan dengan Al-Maut, semua telah tertulis, hanya soal kapan dan bagaimana, dan itu adalah pasti. Kali ini, dia, Al Maut menjelma orang-orang yang berada di dalam kedai tua dan aneh itu dengan tipu muslihatnya kepada Mehdi, dan pada akhirnya dia merasakan kesepian kematian oleh Maut yang sunyi dan pendiam. Al Maut menjemputnya dengan cara yang sangat mengerikan dan sepi, dia, Al Maut menghampirinya dengan jubah hitam compang-camping, baunya mengerikan tidak bisa didefinisikan, bau kematian.. matanya merah bagaikan bara api yang membakarnya, tatapannya, membawa perasaan kesepian yang semengerikan ini,
Mehdi gemetar, kedinginan, dan seperti kehilangan bahasa. Kemudian tak dapat mengingat apa-apa lagi. Sesuai dengan apa yang diamini oleh Mehdi, dalam ber-ada-nya di dunia, membiarkan dirinya tersesat di dalam keterasingan hakikat diri yang sejati. Begitulah Al Maut yang adil dan baik hati keberadaannya tak tersentuh, meski dia, Al Maut berada di mana-mana.

Rabu, 25 April 2012

Pelangi tanpa Jingga


-Siapa tahu, aku besok jadi orang besar yang tidak lalai.-
            -Tapi kamu tahu sendiri, apa yang sudah terjadi dengan para orang besar itu.-
            -Lihat saja.-
            -Kau ini apa maunya?- Ia Tanya dengan serius.
            -Seperti apa maumu.-
            -Mau ku, kau melukis pelangi tanpa warna jingga, untuk meraih bintang kita.-
            -Baiklah.-
            -Dan akulah Si Jingga itu-
            Dia pergi menjauh dariku sambil beberapa kali menyimetriskan bibirnya yang elok itu, ia membawa buku catatan dimana skenario-skenario kehidupan terjalani. Aku pun pergi beranjak pulang meninggalkannya dengan menyangking sebuah tas berisi laptop dan beberapa buku, buku-buku tentang bagaimana pohon dapat menyentuh langit, bagaimana cara agar manusia dapat mendapatkan bintangnya yang tepat. Karena tidak sedikit, bintang yang diraih seorang manusia, terkadang bintang orang lain, bintang yang salah. Tidak sedikit pula, banyak orang yang memuja-muja bintang itu sehingga terbunuhlah ia karena salah mengambil bintang.
            Dari sekian episode kehidupan yang ku temui, aku banyak melihat berbagai macam jalan setapak yang enak ku lalui, meski beberapa menyakiti. Aku juga tidak pernah mencoba untuk menghilang dari salah satu episode, atau aku akan menyesal di kemudian hari.
            Diperjalanan pulang, aku kaget meihat sebuah kertas teronggok di jalanan, tulisannya. Oh, rupanya buku yang ia bawa sudah tak komplit lagi. Terlukiskan, sebuah pelangi tanpa warna jingga. Ya, itu adalah permintaannya kepadaku, untuk melukis sebuah pelangi tanpa warna jingga.
            Aku meneruskan perjalanan pulang. Langit yang cerah membuatku tak merasa kelelahan dalam berjalan. Aku jadi teringat percakapanku dengannya yang selalu aku ingat, tidak pernah terlupa. Kala itu, hujan sedang libur. Angin sepoi dan pepohonan yang rimbun semakin memperindah dan menghiasi hariku bersamanya. Se gelas es teh untuk berdua menambah hangatnya suasana.
            - Nah, inilah hidup.-  katanya.
            -Ya, saling berbagi dan memberi -
            -Meski kadang yang kita terima tidak kita inginkan ya-
            Aku diam sejenak. Mencoba untuk memahami apa yang ia katakan. Aku tidak mengerti. Mungkin ia ingin membicarakan suatu hal
            -Maksudmu?-
            -Ya, kita ini kan….- Ia mengentikan suaranya beberapa detik, lalu dilanjutkan kembali. –Kita ini kan tahu, bahwa aku berwarna Jingga, dan kau Merah, kita tidak sama. –
            Aku mengerti apa yang ia bicarakan sekarang. Ia mencoba untuk menjelaskan sesuatu. Aku mendadak tidak tenang.
            -Tapi kita sama akan satu hal.-
            -Apa itu?- Tanya ia dengan penasaran.
            Aku mengangakat tanganku ke atas, menunjukkan jari telunjukku ke langit, menuju ke sebuah titik yang tidak terlihat karena langit sangat terang.
            - Lihat di atas sana-
            -Apa?-
            -Di sana ada bintang yang sangat terang-
            -Ya, aku tahu-
            -Bukankah kita akan pergi ke sana? Aku dan kamu?-
            -Iya, benar-
            -Lalu kenapa kau permasalahkan warna kita? Menurutku itu tidak penting.-
            -Aku bilang penting-
            -Kenapa penting?-
            -Entahlah. Ini bukan tentang kita-
            -Lalu?-
            -Ini tentang seseorang yang begitu berarti dalam hidupku-
            -Siapa itu?-
            -Orang yang telah memberiku kesempatan untuk belajar hidup, mustahil aku tidak mengikutinya-
            Aku mulai tahu permasalahannya sekarang mengapa dia begitu mempermasalahkan Jingganya. Sejak saat itu aku  tidak lagi menanyakan soal Jingganya
            Aku meneruskan perjalanan pulang. Kertas tadi ku dekap dengan erat, kemudian akan ku masukkan ke dalam tas, ku satukan dengan buku-buku itu. Aku lipat kertas itu, lalu ku jadikan kertas itu sebagai penanda halaman buku.
            Terlihat dari kejauhan, seorang wanita dengan muka bersahabat sepertinya menungguku. Ia melambaikan tangannya sembari senyum hangat kepadaku. Aku biasa memanggilnya Ibu
            -Kemana saja kau, nak?-
            -Aku tidak kemana-mana bu. Hanya main dan mencari kesenangan, tetapi saat ini aku belum senag, bu.-
            - Kenapa kau belum senang?-
            -Ya karena aku belum menemukan hal yang aku inginkan- aku menghentikan pembicaraan, beberapa saat kemudian ku lanjutkan. – Aku malah merasa kehilangan –
            - Masuklah nak, kita bicara di dalam.-
            - Bu, apa yang harus ku lakukan? –
            - Lakukanlah apa yang menurutmu benar, kau sendirilah yang tahu apa yang harus kau lakukan. –
            - Aku tidak yakin bu. Hari ini aku hancur. –
            - Maka hancur lah kau jika kau merasa hancur. Tidak ada kehancuran yang nyata sebelum dunia kiamat, nak. –
            - Aku tidak yakin, aku bisa melukis pelangiku tanpa warna jingga. –
            - Jika tidak ada warna jingga, maka pakailah warna lain yang lebih indah. – ibu tersenyum.
            - Maksud Ibu, tanpa Jingga, pelangi akan tetap bernama pelangi?. –
            - Tentu saja, nak. Pelangi hanyalah sebuah nama. Bisa kau sebut dengan nama lain. –
            - Tetapi, apakah tanpa warna jingga pelangiku akan tetap bisa ku naiki untuk meraih bintangku, bu? Satu-satunya yang ku punya untuk meraih bintangku hanyalah pelangi.–
            Ibu tiba-tiba memelukku. Mengusap – usap kepalaku, sesekali mencium keningku. Hangat tubuhnya amat menentramkan hati. Sampai – sampai tak terasa lagi bahwa aku punya mata yang bisa mengalirkan air yang deras. Ibu menyanyikan sebuah lagu yang tidak aku kenal. Lagu itu menceritakan tentang seorang anak manusia yang sedang merasa kehilangan.
            -Apakah aku bisa meraih bintang itu walau tanpa jingga? –
            - Tetaplah menjadi kau yang dulu nak, kau berkali-kali menaklukkan gunung. Kau kuat.-
            - Apakah ibu akan terus bersamaku? –
            - Ya, ibu janji. –
            Aku sedikit lega mendengarnya. Ibu memberikan janji untuk menemaniku meraih bintangku.
            -Walau tak ada jingga, pasti nanti kau akan menemukan warna lain. Kau bisa memilih warna lain. Seperti kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Bukankah begitu nak?. –
            - Ya bu, semoga saja. Aku terima warna apa saja, asal bisa menemaniku sampai ke bintang itu. –
            - Nah, sudahkah lega? –
            Aku tidak menjawab pertanyaan ibu. Aku hanya mengeluarkan senyuman yang ibu balas dengan senyuman pula.
            Semenjak itu, aku tak pernah lagi melukiskan warna jingga diatas kanvasku. Warna yang selama ini aku suka, tetapi telah membuatku jatuh. Entah sampai kapan aku tidak memakai warna itu. Barangkali, aku pakai warna itu lagi setelah aku menemukan warna lain yang bisa menjadi sahabat untuk taklukkan langit seisinya.
            Sekarang aku akan tetap berjalan maju dan naik tanpa jingga di pelangiku.

Sabtu, 30 Juli 2011

Download Jadwal Imsakiyah 1432 H

Bagi rekan-rekan yang belum memiliki jadwal imsakiyah 1432 H, silakan di download disini. Jadwal tersebut diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan metode hisab oleh para ahlinya.

Midi

Jumat, 29 Juli 2011

Dokumen

Under Construction

Tutorial

Under Construction

Vector

Under Construction

E-Book

Under Construction

Sabtu, 23 Juli 2011

Menjelang Ramadhan

Bulan Ramadhan yang dilaksanakan Ummat Islam setiap tahun akan segera tiba. Tinggal beberapa hari lagi. Bulan suci. Bulan yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan melawan hawa nafsu lahiri dan perjuangan melawan hawa nafsu batini. Di bulan Ramadhan, Ummat Islam akan ditempa semangat iman dan ketakwaannya dalam menghadapi hawa nafsu. Ingat hawa nafsu ( yang jelek tentunya ) adalah musuh terbesar manusia. Bahkan Nabi Muhammad SAW, berperang melawan hawa nafsu adalah perang terbesar dari pada perang-perang yang lain. Karena kalau kalah melawan hawa nafsu, maka akhirnya memperbudak kita dan bahkan akan menjerumuskan ke jurang kenistaan baik di dunia ataupun di akherat. Na’udzu Billahi Min Dzalik. Kita berlindung kepada Allah dari kenistaan tersebut.
Bulan Ramadhan adalah bulan rahmat dan ampunan. Untuk itu kedatangannya merupakan kabar kegembiraan bagi ummat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Melalui momentum ramadan keimanan dan ketakwaan kita benar-benar diuji. Karena hanya orang beriman saja yang bisa menerima kehadiran bulan ramadhan dengan penuh kerelaan dan lapang dada. Hanya yang berimanlah yang bisa menyambut bulan suci ini dengan penuh keikhlasan. Orang yang beriman dan bertakwa tentu saja akan menerima datangnya bulan rahmat da ampunan ini kegembiraan. Gembira menyambut bulan ramadhan adalah bukti dan tanda orang-orang yang beriman. Dan jangan lupa Sabda Nabi, barang siapa yang menyambut dengan gembira dan penuh keikhlasan akan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan kulitnya menyentuh bara api neraka.
Melalui momentum Ramadhan juga, diharapkan menjadi pembangkit jasmani dan ruhani kita. Dengan perut yang lapar dan rasa haus yang mendera, semoga akan membuat kita sadar akan jeritan para fakir miskin yang tidak bisa setiap hari merasakan nikmatnya makan dan minum. Masih banyak para fakir miskin di negeri ini, ratusan ribu bahkan mungkin jutaan. Masih banyak yang menderita kelaparan sementara kita dengan enaknya menikmati makanan di tengah penderitaan sahabat/tetangga/saudara kita. Bulan Ramadhan bisa menjadi cambuk bagi kita mulai memikirkan dan memperjuangkan nasib mereka. Tangan di atas tentu saja akan lebih nikmat dari pada tangan di bawah. Memberi sedekah lebih baik dari pada menerima sedekah.
Ya Allah Ya Robby. Kucurkanlah kenikmatan, ampunan, dan kasih sayangMu di bulan suci Ramadhan Nanti. Amin ya Mujibassaailiin

Rabu, 06 April 2011

Facebook Luncurkan Halaman untuk Jurnalis

Facebook makin serius dalam menangani berita. Hari ini, perusahaan itu mengumumkan fitur baru untuk jurnalis, termasuk sebuah halaman khusus yakni “Journalists on Facebook”. Program untuk jurnalis itu kabarnya akan tersedia secara global.

“Laman baru itu akan menjadi alat bagi para reporter yang menggunakan Facebook untuk menemukan sumber, berinteraksi dengan pembaca dan melengkapi berita,” kata juru bicara Facebook, seperti dikutip dari WebProNews, 6 April 2011.

Facebook berjanji, konten akan ditambahkan secara reguler ke page tersebut. “Masukan dari komunitas jurnalis juga akan ditampung,” janji Facebook.

Facebook juga menyediakan program bagi para jurnalis yang disebut dengan Facebook Journalism Meetup. Pada ajang ini, Facebook akan menggelar acara di seluruh dunia, dan menggelar workshop tentang menggunakan Facebook sebagai alat pelaporan, dan memancing dialog di kalangan jurnalis.

Sebagai awalan, program ini akan dimulai pada 27 April mendatang di kantor pusat Facebook di Palo Alto, California.

Sejak Facebook meluncurkan program yang bisa dimanfaatkan oleh organisasi media pada awal 2010 lalu, Facebook mengklaim mereka berhasil memberikan peningkatan trafik hingga lebih dari 300 persen bagi situs-situs media. Langkah terbaru ini, yakni bekerjasama dengan organisasi media, adalah untuk “membuat konten menjadi lebih sosial” menggunakan social plugin/open graph.

Kamis, 17 Maret 2011

Tsunami Landa Jepang, Miyabi Hilang?

Bintang film hot terkemuka asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, tidak diketahui keberadaannya setelah Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami Jumat kemarin. Produser film yang pernah dibintangi Miyabi di Indonesia masih sulit menghubungi dia.

"Saya dengar kabar tentang hilangnya Miyabi jam tiga sore Jumat kemarin. Saya kontak manajemen Miyabi, tapi belum bisa saat ini. Saya terus SMS, saya dapat kabar dari teman saya, Miyabi belum ditemukan. Terus terang saya sangat khawatir sekali," ujar Ody Mulya, produser Maxima Pictures, saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 12 Maret 2011.

Ody mengaku prihatin dengan bencana yang menimpa Jepang saat ini, dirinya juga berharap tidak ada apa apa dengan artis favoritnya tersebut. "Saya sudah SMS dan email ke akun Facebook Miyabi, tapi belum ada balasan. Saya berharap Miyabi baik-baik saja, saya akan coba terus kontak pihak sana,"ujar Ody.

Dia mengungkapkan bahwa aktris berusia 25 tahun itu akan kembali bermain dalam dua film baru dan telah mengikat kontrak. "Dia akan syuting pertengahan tahun ini, jadi saya banyak doa dan berharap tidak terjadi apa apa pada Miyabi," ujar Ody.

Memulai karir film di usia belia, Miyabi telah membintangi dua film di Indonesia garapan Maxima Production, yaitu "Menculik Miyabi" dan "Hantu Tanah Kusir."

Detik - Detik Ledakan Bom Utan Kayu

Asteroid Seukuran Rumah Lintasi Bumi

Sebuah asteroid dengan ukuran kurang lebih sebesar rumah melintasi Bumi pada 16 Maret 2011, pukul 21.49 GMT. Menurut NASA, asteroid itu melintas hanya satu hari setelah terdeteksi sedang bergerak mendekati planet Bumi.

Untungnya, asteroid kecil bernama 2011 EB74 itu hanya memiliki ukuran panjang sekitar 14 meter dan tidak berpotensi untuk menabrak Bumi. Sebab, ukuran asteroid itu membuatnya tidak akan mampu menembus atmosfir dan akan habis terbakar sebelum jatuh di permukaan Bumi.

Asteroid itu juga hanya melintas dengan jarak yang aman yakni sekitar 203 ribu mil atau 326.696 kilometer saat berada di posisi terdekatnya dengan Bumi. Sebagai gambaran, jarak rata-rata Bumi dengan bulan mencapai 238 ribu mil atau 382.900 kilometer.

Astronom menemukan asteroid ini saat menjalankan proyek Catalina Sky Survey, sebuah proyek yang digagas oleh University of Arizona untuk mencari objek tak dikenal yang berada di dekat Bumi seperti asteroid dan komet.

“Dengan ukuran hanya 14 meter, 2011 EB74 tidak masuk dalam kategori asteroid berbahaya,” kata juru bicara Asteroid Watch, seperti dikutip dari Space, Kamis 17 Maret 2011. “Asteroid ini juga sulit dilihat oleh pengamat kecuali jika mereka merupakan astronom dan memiliki peralatan pemantau yang tepat.”

Temuan terakhir asteroid yang melintasi Bumi melengkapi temuan-temuan sebelumnya, di mana sebongkah batu luar angkasa nyaris bersinggungan dengan Bumi. Seperti diketahui, 14 Februari lalu, sebuah asteroid berukuran sebesar mobil “menyerempet” planet Bumi.

Sebelumnya, sebuah batu kecil memecahkan rekor sebagai objek luar angkasa yang melintas paling dekat dengan Bumi tanpa masuk ke atmosfir. Ia melintas pada jarak hanya 3.400 mil atau 5.471 kilometer dari Bumi pada 4 Februari lalu.

Rekor jumlah asteroid terbanyak yang melintas dalam waktu yang berdekatan adalah pada 29 Januari 2011. Pada malam itu, mendadak ada 19 asteroid melintas dekat planet Bumi.

Saat ini, astronom NASA dan ilmuwan lain secara rutin memonitor langit untuk menemukan asteroid atau komet lain yang bergerak melintas atau berpotensi menabrak Bumi.

Selasa, 08 Maret 2011

Temuan NASA Soal Fosil Alien Keliru

VIVAnews - Seorang ilmuwan NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) menyatakan telah menemukan fosil bakteri di meteorit. Namun, atasannya sendiri justru membantah klaim tersebut.

Sebagaimana disiarkan VIVAnews sebelumnya, seorang ilmuwan bernama Richard B Hoover, menunjukkan bukti adanya makhluk hidup dalam meteorit.

Peneliti dari Pusat Penerbangan Marshall NASA itu mengklaim bahwa ia dan timnya menemukan bukti makhluk hidup berupa fosil bakteri langka, yang hidup di dalam bongkahan batu dari luar angkasa itu. Citra ini diperolehnya dengan menggunakan mikroskop. Ia mengira bahwa fosil bakteri kecil itu adalah cyanobacteria. Tapi, ternyata keliru.

Sekadar diketahui, Cyanobacteria merupakan bakteri biru-hijau yang masuk golongan bakteri autotrof fotosintetik. Dia dapat menghasilkan makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari secara kimia.

Laporan tersebut kini lantas dihentikan perluasannya oleh NASA, meski sempat dipublikasikan Jumat lalu di salah satu jurnal online eksentrik: Journal of Cosmology.

Akibat kecorobohan Hoover, NASA mulai memperhitungkan pekerjaannya. Senin kemarin, Paulus Hertz, kepala direktorat misi NASA mengatakan bahwa NASA tidak dapat berdiri di belakangnya dan mendukung klaim ilmiah tersebut.

"Kami tidak dapat mendukung klaim ilmiah sampai benar-benar dikaji secara menyeluruh dan memenuhi syarat ... Kami bahkan tidak mengetahui pengajuan kertas ke Journal of Cosmology atau publikasi yang terjadi belakangan ini," kata Hertz.

Menanggapi isu ini, Journal of Cosmology pun turut buka mulut. Media publikasi yang berusia 2 tahun itu mengklaim bahwa publikasi itu telah diuji bersama ilmuwan (peer-reviewed).

Pada kasus ini, editor jurnal mengatakan artikel yang dikirimkan Hoover telah melalui kritik dari 100 ilmuwan terkemuka dan layak dimasukkan dalam jurnalnya. Dalam penelitian ilmiah normal, peer-review dibutuhkan untuk sebelum diterbitkan untuk menjamin keakuratan.

Israel Minta Tambahan Dana Dari AS

Pergolakan dan pergantian kepemimpinan di beberapa negara Timur Tengah membuat Israel khawatir. Karena itu, Israel meminta tambahan dana lagi sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp175 triliun dari Amerika Serikat untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, kepada kantor berita The Wall Street Journal, Senin, 7 Maret 2011. Barak mengatakan bahwa pergolakan di Tunisia, Mesir, Libya, dan beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah adalah pergerakan menuju negara Arab modern.
Namun, Barak khawatir perubahan kepemimpinan yang berdasarkan pilihan rakyat, serta usaha pemerintah untuk memenuhi semua tuntutan rakyat, dapat mengganggu hubungan Israel dengan negara-negara tersebut.
Dia mencontohkan, tekanan publik di Mesir terhadap pemimpin baru dapat saja mengganggu kesepakatan damai antara kedua negara tahun 1979. Ditambah lagi, dengan ancaman dari beberapa negara di kawasan, seperti Iran dan Suriah, yang sepertinya masih aman dari gejolak revolusi.
Didasari atas hal itu, Barak menyatakan bahwa sudah saatnya AS menambah suntikan dana bagi keamanan Israel. “Masalah bantuan militer untuk Israel semakin penting bagi kami, dan saya yakin juga penting bagi kalian [AS],” ujar Barak. “Sangatlah bijak jika menambah dana lagi sekitar US$20 miliar untuk meningkatkan keamanan Israel bagi generasi selanjutnya."
Barak menambahkan, "Israel yang lebih kuat dan bertanggungjawab dapat menjadi penstabil di wilayah yang bergolak ini.”
Menurut catatan The Wall Street Journal, pemerintah Israel menghabiskan sembilan persen dari produk nasional bruto untuk pertahanan, atau sekitar US$17 miliar (Rp149 triliun). AS menyumbang untuk pertahanan Israel sebesar US$3 miliar (Rp26 triliun) setiap tahunnya.
Krisis di Mesir dan beberapa negara lainnya mengundang kekhawatiran pemerintah Israel yang terletak di tengah-tengah negara-negara tersebut. Kekhawatiran semakin bertambah apabila pemerintahan baru merupakan bagian dari anggota organisasi Islam, seperti di Mesir dengan Ikhwanul Musliminnya. 
Jika Mesir mengubah dukungannya terhadap Israel setelah tidak lagi diperintah Mubarak, maka negara Zionis ini akan sendirian di kawasan Timur Tengah tanpa sekutu. 

Senin, 28 Februari 2011

Betulkah Ada Piramida Raksasa di Jawa Barat

Mentari nyaris berada di atas ubun-ubun, saat empat mobil menepi di pinggiran Jalan Raya Soreang-Cipatik, medio Februari 2011. Siang itu, Kampung Badaraksa yang terletak di lereng bukit, kedatangan tamu.
Rombongan itu menyusuri  jalan kecil mendaki di tengah pemukiman penduduk, hendak menuju ke atas puncak Gunung Lalakon, yang terletak di Desa Jelegong, Kecamatan Kotawaringin, Kabupaten Bandung.
Dari Kampung Badaraksa yang berada di ketinggian sekitar 720 m di atas permukaan laut, mereka bergegas naik memutari bukit dari bagian selatan ke barat.
Sambil membawa berbagai peralatan dan beberapa gulungan besar kabel, rombongan membelah hutan gunung. Derap langkah kaki mereka seolah berkejaran dengan ritme suara jengkerik, dan tonggeret di kanan-kiri.
Tim yang terdiri dari sekelompok pemuda dan para peneliti itu, akhirnya sampai di puncak setinggi 988 meter dari permukaan laut.
Kabel direntang. Tim mulai memasang alat geolistrik yang mereka bawa. Sebanyak 56 sensor yang dipasangi altimeter (alat pengukur ketinggian) diuntai dari puncak bukit ke bawah lereng, masing-masing berjarak lima meter, dicatu oleh dua aki listrik.
Alat-alat itu berfungsi mendeteksi tingkat resistivitas batuan, dan bisa digunakan menganalisa struktur kepadatan batuan hingga ratusan meter ke bawah.  “Tujuan kami saat itu mengetahui apakah ada bangunan tersembunyi di dalam gunung,” kata Agung Bimo Sutedjo, kepada VIVAnews, di Jakarta, Selasa, 15 Februari 2011.
***
Agung adalah Pendiri Yayasan Turangga Seta, organisasi yang punya hajat penelitian di gunung itu. Bak tokoh fiksi Indiana Jones, awak Turangga Seta memang punya kegemaran memburu jejak sejarah. Bukan atas hasrat memiliki, tapi mengungkap kegemilangan sejarah nenek moyang di masa lalu.
Komunitas itu berdiri sekitar 2004, digawangi oleh sekelompok profesional di berbagai bidang. Ada pengajar, kontraktor bangunan, pegawai negeri sipil, karyawan perusahaan swasta, juga mahasiswa. Beberapa di antara mereka punya kepekaan lebih terhadap kehadiran gaib, atau istilah keren mereka: parallel existence.
“Kami ini semua anak-anak MIT. Bukan Masachussetts Institute of Technology, tapi Menyan Institute of Technology,” kata anggota Turangga Seta Hery Trikoyo, bergurau. Sebab, dalam melakukan perburuan terhadap situs sejarah, kadang mereka mendapat sokongan informasi lokasi dari ‘informan tak kasatmata’.
Namun, karena dasarnya mereka adalah anak-anak yang mengenyam pendidikan tinggi, dorongan mereka membuktikan informasi tersebut, mengalir deras. Tak jarang para ‘arkeolog partikelir’ ini keluar malam-malam usai jam kerja, untuk menggali sebuah tempat demi membuktikan kebenaran hipotesa mereka.
Setelah mereka menemukan benda sejarah yang mereka maksud, lalu mereka menimbunnya kembali, tanpa diketahui oleh masyarakat umum. “Kami khawatir bila diketahui banyak orang, malah diambil atau dicuri,” kata Agung.
Kali ini, kedatangan mereka ke Gunung Lalakon dalam rangka membuktikan teori mereka, bahwa ada sejumlah piramid di Indonesia. Salah satu informasi awal didapatkan dari tafsiran mereka terhadap relief Candi Penataran.
Turangga Seta percaya bahwa kebudayaan Nusantara lebih tua daripada Kebudayaan Sumeria, Mesir, atau Maya. Mereka haqul yakin Indonesia memiliki situs candi atau piramida yang lebih banyak dan lebih megah dari peradaban Mesir dan Maya.
“Ada ratusan piramida di Indonesia, dan tingginya tak kalah dari piramida Giza di Mesir yang cuma 140-an meter,” kata Agung. Meski masih harus diuji secara ilmiah, pandangan Agung senada dengan teori Profesor Arysio Santos, yang menyebutkan Indonesia adalah peradaban Atlantis yang hilang. (Baca juga: Nusantara Memendam Atlantis?)
Keyakinan ini tentu saja membuat banyak orang mengernyitkan dahi.  Turangga Seta sempat mem-post keyakinan mereka ihwal keberadaan piramida di Indonesia di sebuah forum online. lengkap dengan foto-fotonya. Hasilnya, mereka menuai cemoohan dan tertawaan. “Nanti, kalau semuanya terbukti, mereka tak bisa lagi tertawa,” kata Agung berapi-api.
***
Agung mungkin sedang sesumbar. Tapi, bisa juga tidak. Usai pengujian geolistrik di Gunung Lalakon, para peneliti yang datang bersama Agung cs. terbengong-bengong. Mereka bukan sembarang peneliti. Mereka adalah peneliti papan atas. Beberapa adalah pakar geolog ternama, yang kredibilitasnya tak diragukan. Tapi karena datang atas nama pribadi, kehadiran mereka di sana tak mau diungkap.
Setidaknya, kekaguman mereka sempat diabadikan dalam sebuah rekaman video milik tim Turangga Seta yang disaksikan VIVAnews. “Selama ini saya tidak pernah menemukan struktur subsurface seperti ini. Ini unnatural (tidak alamiah - red),” kata pakar geologi yang wajahnya sering terlihat di berbagai stasiun TV itu.
Lazimnya, sebuah lapisan tanah atau lapisan batuan akan menyebar merata secara menyamping atau horisontal. Tapi hasil uji geolistrik menyatakan terdapat semacam struktur bangunan yang memiliki bentuk seperti piramida, dan di atasnya terdapat lapisan batuan tufa dan breksi dengan pola selang-seling secara bergantian.
Pola batuan tufa dan breksi ini berulang secara melintang bukan mendatar, dengan kemiringan sama. “Seolah-olah piramida ini diuruk dan dibronjong secara sengaja, agar tak longsor,” kata Hery, yang berprofesi sebagai konsultan kontraktor bangunan.
Dalam lanjutan rekaman video berikutnya, pakar geologi tadi menunjuk sebuah bentukan berwarna biru. Dalam hasil uji geolistrik, warna biru menandakan sebuah tempat yang punya resistivitas paling rendah.  “Ini mungkin semacam rongga yang bisa berisi air atau tanah lempung,” pakar geologi itu menerangkan. Bentukan tadi menyerupai semacam pintu.
Yang jelas, pakar geologi itu melanjutkan, kemungkinan besar temuan itu adalah struktur buatan manusia, karena proses alamiah sepertinya tak mungkin menghasilkan pola batuan semacam itu. “Ini jelas man-made,” kata dia.
VIVAnews sempat mengkonfirmasi salah satu pakar geologi yang turut dalam penelitian ke Gunung Lalakon bersama tim Turangga Seta. Awalnya ia menampik, dan mengatakan tak tahu-menahu keberadaan struktur bangunan mirip piramida di bawah Gunung Lalakon. Tapi belakangan secara tersirat ia mengakui hal itu.
“Saya no comment,” kata geolog kawakan Andang Bachtiar kepada VIVAnews, Rabu, 23 Februari 2011. Lebih jauh, mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) itu mengatakan hasil analisis itu masih belum bisa menyimpulkan apa-apa. Masih banyak hal yang perlu dibuktikan, kata Andang.
Tapi Andang kemudian mengaku, selain ke Gunung Lalakon di Bandung, juga ia mendampingi tim Turangga Seta menguji bukit serupa di daerah Sukahurip, Pengatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Menurut Agung, timnya sudah melakukan pengujian geolistrik dan uji seismik di 18 titik di beberapa tempat di Indonesia. Di Bandung dan di Garut, mereka mendapat hasil kurang lebih sama. Semua serupa: indikasi adanya sebuah struktur bangunan yang mirip piramida di bawah bukit.
Bedanya, di bukit-piramida di Garut tak dijumpai adanya rongga seperti pintu, seperti halnya di Bandung. “Mungkin karena kami hanya mengujinya di salah satu bagian lereng bukit saja,” kata Hery Trikoyo.  Sayang, Turangga Seta masih menutup rapat hasil uji mereka di tempat lainnya.
***
Turangga Seta mengklaim masih ada ratusan piramida lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu pentolan Turangga Seta lainnya, Timmy Hartadi, dalam laman Facebook mereka mengatakan bahwa piramida-piramida itu tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. (Lihat Infografik)
Klaim penemuan sebuah piramida tersembunyi di dalam bukit, tak hanya terjadi di Indonesia. Klaim ini juga sempat muncul di Bosnia. Pada 2006, seorang pengarang bernama Semir Osmanagic mengklaim penemuan ini, dan sempat mengatakan mereka menemukan piramida tersembunyi di bukit Visocica, kota Visoko, yang terletak di barat laut Sarajevo.
Osmanagic mengatakan penggalian piramida itu melibatkan arkeolog dari Australia, Austria, Irlandia, Skotlandia dan Slovenia. Namun, beberapa arkeolog yang disebut Osmanagic menolak klaim tersebut.
Seperti dikutip dari situs Archaeology.org, arkeolog dari Kanada yang disebut Osmanagic, Chris Mundigler mengaku tak pernah mendukung atau setuju bekerja di proyek tersebut. "Skema ini adalah sebuah kebohongan keji terhadap masyarakat awam, dan tak akan pernah mendapat tempat di dunia ilmu pengetahuan," kata pernyataan resmi dari Asosiasi Arkeolog Eropa.
Bagaimana dengan klaim piramid di Bandung dan di Garut?
Secara geomorfologis, bentuk Gunung Lalakon di Bandung maupun Gunung Sadahurip di Garut memang memiliki bentuk yang mirip dengan piramida. Mereka memiliki empat sisi yang nyaris simetris. 
Gunung Sadahurip Garut (Credit: Turangga Seta)
“Bentuknya kok begitu simetris ya? Lancipnya sangat simetris,” ujar arkeolog senior Profesor Edi Sedyawati, saat dijumpai VIVAnews di kediamannya di Jakarta, Rabu, 23 Februari 2011.
Namun, kata Edi, klaim dan hasil uji geolistrik masih belum cukup untuk mendapatkan kesimpulan akhir.  Langkah selanjutnya adalah penggalian percobaan pengambilan sampel dengan memuat sebuah test bed untuk mengetahui apa benar ada indikasi lapisan-lapisan budaya dan ada bekas-bekas perbuatan manusia atau tidak.
“Tapi ini harus betul-betul penggalian arkeologi yang meminta izin kantor suaka purbakala dan melibatkan arkeolog, karena harus ada pertanggung jawaban dan laporan, dari mili ke mili (milimeter, red)," kata Edi Sedyawati.
Turangga Seta pun tengah mengusahakan izin pengambilan sampel tanah di Gunung Lalakon kepada Pemda Jawa Barat. “Kami hanya perlu menggali tanah di lokasi, selebar sekitar 3-4 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter,” kata Agung.
***
Batu Tapak, Gunung Paseban, di dekat Gunung Lalakon BandungGunung Lalakon dikelilingi beberapa bukit lain seperti bukit Paseban, Pancir, Paninjoan, Pasir Malang. Di bukit Paseban ada tiga buah batu, yang dua di antaranya terdapat telapak kaki manusia dewasa, dan telapak kaki anak-anak.
Menurut Edi, bila benar batu telapak itu peninggalan sejarah, kemungkinan ini berasal dari zaman megalitikum. Batu telapak juga sudah dijumpai di tempat lain, seperti prasasti Ciaruteun, peninggalan Raja Purnawarman dari kerajaan Tarumanegara. “Cap telapak kaki biasanya diabadikan sebagai monumen mengenang pemimpin suatu daerah,” kata Edi.
Cap kaki juga erat kaitannya dengan konsep Triwikrama atau tiga langkah yang berkembang di masa itu. Saat itu, mereka percaya bila seseorang hendak naik ke dunia dewa-dewa, mereka harus menjejak dengan keras agar dapat melompat tinggi sekali.
Sementara itu, di Gunung Lalakon  juga terdapat beberapa situs batuan, seperti Batu Lawang, Batu Pabiasan, Batu Warung, Batu Pupuk, Batu Renges, Batu gajah, dan sebuah batu panjang yang terletak di atas puncak.
Abah Acu, tokoh masyarakat Kampung Badaraksa gunung LalakonMenurut Abah Acu, tokoh masyarakat Kampung Badaraksa, secara filosofis, Gunung Lalakon adalah perlambang sebuah lakon dari kehidupan manusia. Batu-batu tadi merepresentasikan berbagai lakon atau profesi yang dipilih oleh manusia.
Namun, keberadaan batu-batu tadi kerap disalahgunakan. Banyak orang datang ke tempat batu di Gunung Lalakon mencari pesugihan. Bahkan, menurut Jujun, tokoh agama Islam di tempat itu, dulu banyak orang datang ke Batu Gajah mencari ilham judi buntut. “Banyak pula yang berhasil menang,” kata Jujun.
Jujun menerangkan, di Gunung Lalakon secara rutin juga digelar acara ritual tolak bala, yakni dengan membuat nasi tumpeng kemudian dibagikan dan dimakan oleh penduduk. “Acara ini diadakan setiap tahun, biasanya setiap tanggal 1 Syuro.”
Berbeda dengan tradisi di Gunung Lalakon, masyarakat di sekitar Gunung Sadahurip relatif lebih ‘modern’. Menurut Nanang, warga Kampung Cicapar Pasir, kampung terdekat Gunung Sadahurip, di sana tak ada tradisi tolak bala. Masyarakat sekitar juga tak terlalu peduli dengan mitos gunung itu di masa lalu.
***
Pakar sejarah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Nina Herlina Lubis, mengatakan di Tatar Sunda yang meliputi Jawa Barat, Banten, DKI, dan sebagian Provinsi Jawa Tengah, terutama dataran tinggi seperti Banten Selatan, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Garut, Kuningan, dan Bogor, banyak ditemukan peninggalan budaya megalitikum. Tinggalan-tinggalan itu di antaranya berupa  batu menhir, bangunan berundak, batu lumpang, peti kubur batu, batu dakon, dan arca megalitik.
Namun, Nina menjelaskan, sejarah di Tatar Sunda tak mengenal bangunan piramida karena tak ada kebiasaan di Tatar Sunda membuat bangunan piramida dengan ketinggian hampir ratusan meter sebagai tempat suci. “Tempat suci di Tatar Sunda ini seringkali disebut multi-component sites atau situs berkelanjutan,” kata Nina melalui surat elektronik kepada VIVAnews.
Bila pada masa prasejarah tempat suci itu dikenal sebagai punden berundak-undak, tempat pemujaan leluhur, maka ketika budaya Hindu Budha (yang hidup pada masa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda), tempat suci itu terus dipergunakan.
Hanya saja menhir dijadikan sebagai lingga, lalu bangunan berundak itupun diwujudkan dengan gunung yang di atasnya dibangun lingga. Saat Kerajaan Sunda runtuh, maka lingga pun diganti dengan nisan bagi makam tokoh yang dianggap keramat.
Saat diberitahu di bukit-piramida Bandung maupun Garut ada makam yang dikeramatkan, serta adanya keluarga keturunan Syekh Abdul Muhyi, penyebar agama Islam di kawasan Priangan Timur, yang hidup dua abad setelah Kerajaan Sunda runtuh, Nina berusaha membuat konklusi dan analisa.
“Saya menduga bahwa bukit berbentuk piramida ini, adalah mandala (daerah pertapaan berupa dusun mandiri yang terletak di tempat terpencil), yang sudah tercampur dengan budaya yang datang kemudian (yaitu Hindu-Budha-Islam),” ujar Nina.
Namun untuk mengungkap apa sesungguhnya yang tersembunyi di balik bukit berbentuk piramid itu, kata Nina, para geolog harus bekerjasama dengan para arkeolog untuk melakukan ekskavasi (penyingkapan).
***
Cerita soal penemuan bukit berstruktur piramida ini rupanya telah sampai pula ke Istana Presiden. Seorang pejabat di lingkaran presiden, kepada VIVAnews mengaku telah dilaporkan ihwal riset itu. Untuk keterangan soal ini, dia minta tak disebutkan namanya, menimbang riset yang belum rampung.
“Ya, saya sudah lihat analisis geolistrik dan georadar-nya. Saya menyaksikannya dalam bentuk tiga dimensi. Menakjubkan, dan masih misterius. Tim riset itu dipimpin oleh para geolog terpercaya,” ujar si pejabat itu lagi, Rabu pekan lalu.
Tapi, pejabat itu tak mau menjelaskan detil penemuan. Sang geolog, ujarnya, belum mau diungkapkan ke publik. “Masih didalami oleh tim riset mereka, tetapi dari hasil yang ada, memang mencengangkan,” ujarnya.
Dia melukiskan, dari hasil geolisitrik tampak struktur berbentuk piramida di dalam bukit itu. Ada undak-undakan, mirip tangga menuju puncak piramida. Di bagian dasar, ada semacam pintu, dan tampak juga sesuatu yang mirip lorong di dalamnya.
Dia menambahkan, para ahli itu percaya ada semacam struktur geologis tak biasa di dalam gunung menyerupai piramida itu. Para ahli geologi itu, kata si pejabat istana, mempertaruhkan kredibilitas keilmuan mereka. “Kita tunggu saja. Kalau riset dan pembuktian ilmiah sudah lengkap, pasti akan dibuka ke masyarakat”.
Mungkin inilah masa penantian yang cukup menegangkan. Adakah bukit piramida ini sekadar dongeng ala piramida Bosnia yang berulang, atau memang suatu pengungkapan gemilang tentang adanya suatu peradaban besar di Nusantara yang belum pernah terungkap?

Kejatuhan Khadafi Tinggal Menunggu Waktu

Posisi pemimpin Libya Muammar Khadafi, kian hari kian terpojok. Semakin banyak kota-kota di Libya yang jatuh ke kekuasaan kelompok oposisi. Yang terakhir adalah kota Zawiyah, yang terletak 50 km dari Ibukota Tripoli. 
Seperti dikutip dari situs Al Jazeera, pada hari Munggi 27 Februari 2011, sekelompok jurnalis asing digiring oleh pemerintah Libya untuk datang ke Zawiyah, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kelompok yang loyal terhadap Khadafi masih menguasai kota.
Tapi, setibanya mereka di sana, ternyata kota itu sudah dikuasai oleh kelompok oposisi. Beberapa pos polisi dan kantor pemerinta di sana dibakar massa, temboknya juga dicoret-coret.
Di pusat kota, para pengunjuk rasa juga meneriakkan "Khadafi keluar!" Mereka juga berhasil merebut senjata dan bahkan kendaraan tank milik pemerintah. Mereka membuat daftar giliran untuk berpatroli dan menjaga kota. 
"Kami menunggu serangan (dari pasukan pro-Khadafi) yang bisa terjadi setiap saat," kata Ezeldina, salah seorang penduduk Zawiyah kepada Aljazeera. Ini tak hanya terjadi di Zawiyah, melainkan juga di kota Misurata, yang terletak 200 km di sebelah timur Tripoli. 
Sebelumnya, beberapa daerah penghasil minyak di Libya, serta kota kedua di Libya, Benghazi juga telah dikuasai oleh kaum oposisi. Seiring dengan semakin banyaknya kota yang jatuh ke tangan kaum oposisi, Muammar Khadafy kini makin tergantung dengan ibukota Libya Tripoli. 
Sementara, sebuah video rekaman yang diterima Al Jazeera mengungkap rencana para pemrotes untuk ramai-ramai menuju Tripoli. Mereka mengklaim telah berhasil merebut tank-tank dan persenjataan dari militer. Di Tripoli sendiri dilaporkan adanya beberapa kontak tembak secara sporadis.
Sehari sebelumnya, para penduduk Tripoli juga berteriak: "Khadafi adalah musuh Allah" sambil mengepalkan tangan mereka ke langit. Mereka menyerukan perlawanan terhadap Khadafy saat menguburkan korban yang tewas oleh serangan membabi buta tentara Libya.
Dunia internasional pun kini mengutuki Khadafy. Melalui sebuah voting Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat menjatuhkan sanksi terhadap Khadafi, menyusul penyerangan terhadap pendemo anti-pemerintah. 
Sanksi tersebut meliputi embargo senjata, pembekuan aset, larangan bepergian bagi Khadafi dan sejumlah orang yang terkait dengannya. Masalah Libya ini direkomendasikan untuk dibawa ke Mahkamah Internasional. 
"Pesan kuat bahwa kekerasan dan kejahatan terhadap HAM tidak akan ditoleransi. Mereka yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Saya harap, pesan ini didengar dan diperhatikan rezim di Libya," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon seperti dilansir dari laman CNN.
Pemerintah Inggris juga mencabut kekebalan diplomatis pemimpin Libya, Muammar Khadafi, beserta seluruh keluarganya. Selain itu, Inggris juga menyerukan Khadafi untuk segera turun dari kursi kepemimpinan
PBB memperkirakan korban tewas mencapai 1.000 orang sejak konflik memuncak di Libya yang berlangsung sejak pekan lalu. Namun, menurut beberapa diplomat, korban yang terbunuh di seluruh Libya diperkirakan mencapai 2.000 atau lebih.
Ban mendesak agar DK PBB segera beraksi melawan rezim Khadafi. "Dalam situasi seperti ini, makin banyak waktu yang dibuang, makin banyak pula nyawa yang melayang," kata Ban di hadapan 15 anggota DK PBB.
Sementara itu, bekas Menteri Kehakiman Mustafa Abdel Jalil membentuk pemerintahan transisional untuk menggantikan rezim Khadafi yang praktis kini hanya mengendalikan beberapa wilayah di sebelah barat kota Tripoli, dan beberapa benteng pertahanan the wilayah selatan yang gersang.
Abdel Jalil mengatakan bahwa pemerintahan transisional ini diisi oleh tokoh-tokoh militer dan sipil yang akan bekerja tidak lebih dari tiga bulan untuk mempersiapkan pemilu yang adil, agar rakyat Libya bisa memilih pemimpin mereka. 
Belum dapat diketahui sejauh mana dukungan masyarakat terhadap pemerintahan caretaker yang dibentuk Abdel Jalil. Namun, Duta besar Libya untuk Amerika Serikat Ali Aujali mengatakan bahwa ia mendukung dewan nasional bentukan Abdel Jalil.
Yang jelas, Abdel Jalil telah melakukan rapat besar dengan banyak tokoh suku di Libya. "Sinyal-sinyal kejatuhan Khadafi semakin kuat. Faktanya suku-suku di Libya semakin kompak. Mereka menunjukkan persatuan dansolidaritas," kata Tony Birtley, kontributor Al Jazeera di Benghazi.