Tampilkan postingan dengan label Berita Luar Negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Luar Negeri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

Facebook Luncurkan Halaman untuk Jurnalis

Facebook makin serius dalam menangani berita. Hari ini, perusahaan itu mengumumkan fitur baru untuk jurnalis, termasuk sebuah halaman khusus yakni “Journalists on Facebook”. Program untuk jurnalis itu kabarnya akan tersedia secara global.

“Laman baru itu akan menjadi alat bagi para reporter yang menggunakan Facebook untuk menemukan sumber, berinteraksi dengan pembaca dan melengkapi berita,” kata juru bicara Facebook, seperti dikutip dari WebProNews, 6 April 2011.

Facebook berjanji, konten akan ditambahkan secara reguler ke page tersebut. “Masukan dari komunitas jurnalis juga akan ditampung,” janji Facebook.

Facebook juga menyediakan program bagi para jurnalis yang disebut dengan Facebook Journalism Meetup. Pada ajang ini, Facebook akan menggelar acara di seluruh dunia, dan menggelar workshop tentang menggunakan Facebook sebagai alat pelaporan, dan memancing dialog di kalangan jurnalis.

Sebagai awalan, program ini akan dimulai pada 27 April mendatang di kantor pusat Facebook di Palo Alto, California.

Sejak Facebook meluncurkan program yang bisa dimanfaatkan oleh organisasi media pada awal 2010 lalu, Facebook mengklaim mereka berhasil memberikan peningkatan trafik hingga lebih dari 300 persen bagi situs-situs media. Langkah terbaru ini, yakni bekerjasama dengan organisasi media, adalah untuk “membuat konten menjadi lebih sosial” menggunakan social plugin/open graph.

Kamis, 17 Maret 2011

Tsunami Landa Jepang, Miyabi Hilang?

Bintang film hot terkemuka asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, tidak diketahui keberadaannya setelah Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami Jumat kemarin. Produser film yang pernah dibintangi Miyabi di Indonesia masih sulit menghubungi dia.

"Saya dengar kabar tentang hilangnya Miyabi jam tiga sore Jumat kemarin. Saya kontak manajemen Miyabi, tapi belum bisa saat ini. Saya terus SMS, saya dapat kabar dari teman saya, Miyabi belum ditemukan. Terus terang saya sangat khawatir sekali," ujar Ody Mulya, produser Maxima Pictures, saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 12 Maret 2011.

Ody mengaku prihatin dengan bencana yang menimpa Jepang saat ini, dirinya juga berharap tidak ada apa apa dengan artis favoritnya tersebut. "Saya sudah SMS dan email ke akun Facebook Miyabi, tapi belum ada balasan. Saya berharap Miyabi baik-baik saja, saya akan coba terus kontak pihak sana,"ujar Ody.

Dia mengungkapkan bahwa aktris berusia 25 tahun itu akan kembali bermain dalam dua film baru dan telah mengikat kontrak. "Dia akan syuting pertengahan tahun ini, jadi saya banyak doa dan berharap tidak terjadi apa apa pada Miyabi," ujar Ody.

Memulai karir film di usia belia, Miyabi telah membintangi dua film di Indonesia garapan Maxima Production, yaitu "Menculik Miyabi" dan "Hantu Tanah Kusir."

Asteroid Seukuran Rumah Lintasi Bumi

Sebuah asteroid dengan ukuran kurang lebih sebesar rumah melintasi Bumi pada 16 Maret 2011, pukul 21.49 GMT. Menurut NASA, asteroid itu melintas hanya satu hari setelah terdeteksi sedang bergerak mendekati planet Bumi.

Untungnya, asteroid kecil bernama 2011 EB74 itu hanya memiliki ukuran panjang sekitar 14 meter dan tidak berpotensi untuk menabrak Bumi. Sebab, ukuran asteroid itu membuatnya tidak akan mampu menembus atmosfir dan akan habis terbakar sebelum jatuh di permukaan Bumi.

Asteroid itu juga hanya melintas dengan jarak yang aman yakni sekitar 203 ribu mil atau 326.696 kilometer saat berada di posisi terdekatnya dengan Bumi. Sebagai gambaran, jarak rata-rata Bumi dengan bulan mencapai 238 ribu mil atau 382.900 kilometer.

Astronom menemukan asteroid ini saat menjalankan proyek Catalina Sky Survey, sebuah proyek yang digagas oleh University of Arizona untuk mencari objek tak dikenal yang berada di dekat Bumi seperti asteroid dan komet.

“Dengan ukuran hanya 14 meter, 2011 EB74 tidak masuk dalam kategori asteroid berbahaya,” kata juru bicara Asteroid Watch, seperti dikutip dari Space, Kamis 17 Maret 2011. “Asteroid ini juga sulit dilihat oleh pengamat kecuali jika mereka merupakan astronom dan memiliki peralatan pemantau yang tepat.”

Temuan terakhir asteroid yang melintasi Bumi melengkapi temuan-temuan sebelumnya, di mana sebongkah batu luar angkasa nyaris bersinggungan dengan Bumi. Seperti diketahui, 14 Februari lalu, sebuah asteroid berukuran sebesar mobil “menyerempet” planet Bumi.

Sebelumnya, sebuah batu kecil memecahkan rekor sebagai objek luar angkasa yang melintas paling dekat dengan Bumi tanpa masuk ke atmosfir. Ia melintas pada jarak hanya 3.400 mil atau 5.471 kilometer dari Bumi pada 4 Februari lalu.

Rekor jumlah asteroid terbanyak yang melintas dalam waktu yang berdekatan adalah pada 29 Januari 2011. Pada malam itu, mendadak ada 19 asteroid melintas dekat planet Bumi.

Saat ini, astronom NASA dan ilmuwan lain secara rutin memonitor langit untuk menemukan asteroid atau komet lain yang bergerak melintas atau berpotensi menabrak Bumi.

Selasa, 08 Maret 2011

Israel Minta Tambahan Dana Dari AS

Pergolakan dan pergantian kepemimpinan di beberapa negara Timur Tengah membuat Israel khawatir. Karena itu, Israel meminta tambahan dana lagi sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp175 triliun dari Amerika Serikat untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, kepada kantor berita The Wall Street Journal, Senin, 7 Maret 2011. Barak mengatakan bahwa pergolakan di Tunisia, Mesir, Libya, dan beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah adalah pergerakan menuju negara Arab modern.
Namun, Barak khawatir perubahan kepemimpinan yang berdasarkan pilihan rakyat, serta usaha pemerintah untuk memenuhi semua tuntutan rakyat, dapat mengganggu hubungan Israel dengan negara-negara tersebut.
Dia mencontohkan, tekanan publik di Mesir terhadap pemimpin baru dapat saja mengganggu kesepakatan damai antara kedua negara tahun 1979. Ditambah lagi, dengan ancaman dari beberapa negara di kawasan, seperti Iran dan Suriah, yang sepertinya masih aman dari gejolak revolusi.
Didasari atas hal itu, Barak menyatakan bahwa sudah saatnya AS menambah suntikan dana bagi keamanan Israel. “Masalah bantuan militer untuk Israel semakin penting bagi kami, dan saya yakin juga penting bagi kalian [AS],” ujar Barak. “Sangatlah bijak jika menambah dana lagi sekitar US$20 miliar untuk meningkatkan keamanan Israel bagi generasi selanjutnya."
Barak menambahkan, "Israel yang lebih kuat dan bertanggungjawab dapat menjadi penstabil di wilayah yang bergolak ini.”
Menurut catatan The Wall Street Journal, pemerintah Israel menghabiskan sembilan persen dari produk nasional bruto untuk pertahanan, atau sekitar US$17 miliar (Rp149 triliun). AS menyumbang untuk pertahanan Israel sebesar US$3 miliar (Rp26 triliun) setiap tahunnya.
Krisis di Mesir dan beberapa negara lainnya mengundang kekhawatiran pemerintah Israel yang terletak di tengah-tengah negara-negara tersebut. Kekhawatiran semakin bertambah apabila pemerintahan baru merupakan bagian dari anggota organisasi Islam, seperti di Mesir dengan Ikhwanul Musliminnya. 
Jika Mesir mengubah dukungannya terhadap Israel setelah tidak lagi diperintah Mubarak, maka negara Zionis ini akan sendirian di kawasan Timur Tengah tanpa sekutu. 

Senin, 28 Februari 2011

Kejatuhan Khadafi Tinggal Menunggu Waktu

Posisi pemimpin Libya Muammar Khadafi, kian hari kian terpojok. Semakin banyak kota-kota di Libya yang jatuh ke kekuasaan kelompok oposisi. Yang terakhir adalah kota Zawiyah, yang terletak 50 km dari Ibukota Tripoli. 
Seperti dikutip dari situs Al Jazeera, pada hari Munggi 27 Februari 2011, sekelompok jurnalis asing digiring oleh pemerintah Libya untuk datang ke Zawiyah, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kelompok yang loyal terhadap Khadafi masih menguasai kota.
Tapi, setibanya mereka di sana, ternyata kota itu sudah dikuasai oleh kelompok oposisi. Beberapa pos polisi dan kantor pemerinta di sana dibakar massa, temboknya juga dicoret-coret.
Di pusat kota, para pengunjuk rasa juga meneriakkan "Khadafi keluar!" Mereka juga berhasil merebut senjata dan bahkan kendaraan tank milik pemerintah. Mereka membuat daftar giliran untuk berpatroli dan menjaga kota. 
"Kami menunggu serangan (dari pasukan pro-Khadafi) yang bisa terjadi setiap saat," kata Ezeldina, salah seorang penduduk Zawiyah kepada Aljazeera. Ini tak hanya terjadi di Zawiyah, melainkan juga di kota Misurata, yang terletak 200 km di sebelah timur Tripoli. 
Sebelumnya, beberapa daerah penghasil minyak di Libya, serta kota kedua di Libya, Benghazi juga telah dikuasai oleh kaum oposisi. Seiring dengan semakin banyaknya kota yang jatuh ke tangan kaum oposisi, Muammar Khadafy kini makin tergantung dengan ibukota Libya Tripoli. 
Sementara, sebuah video rekaman yang diterima Al Jazeera mengungkap rencana para pemrotes untuk ramai-ramai menuju Tripoli. Mereka mengklaim telah berhasil merebut tank-tank dan persenjataan dari militer. Di Tripoli sendiri dilaporkan adanya beberapa kontak tembak secara sporadis.
Sehari sebelumnya, para penduduk Tripoli juga berteriak: "Khadafi adalah musuh Allah" sambil mengepalkan tangan mereka ke langit. Mereka menyerukan perlawanan terhadap Khadafy saat menguburkan korban yang tewas oleh serangan membabi buta tentara Libya.
Dunia internasional pun kini mengutuki Khadafy. Melalui sebuah voting Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat menjatuhkan sanksi terhadap Khadafi, menyusul penyerangan terhadap pendemo anti-pemerintah. 
Sanksi tersebut meliputi embargo senjata, pembekuan aset, larangan bepergian bagi Khadafi dan sejumlah orang yang terkait dengannya. Masalah Libya ini direkomendasikan untuk dibawa ke Mahkamah Internasional. 
"Pesan kuat bahwa kekerasan dan kejahatan terhadap HAM tidak akan ditoleransi. Mereka yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Saya harap, pesan ini didengar dan diperhatikan rezim di Libya," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon seperti dilansir dari laman CNN.
Pemerintah Inggris juga mencabut kekebalan diplomatis pemimpin Libya, Muammar Khadafi, beserta seluruh keluarganya. Selain itu, Inggris juga menyerukan Khadafi untuk segera turun dari kursi kepemimpinan
PBB memperkirakan korban tewas mencapai 1.000 orang sejak konflik memuncak di Libya yang berlangsung sejak pekan lalu. Namun, menurut beberapa diplomat, korban yang terbunuh di seluruh Libya diperkirakan mencapai 2.000 atau lebih.
Ban mendesak agar DK PBB segera beraksi melawan rezim Khadafi. "Dalam situasi seperti ini, makin banyak waktu yang dibuang, makin banyak pula nyawa yang melayang," kata Ban di hadapan 15 anggota DK PBB.
Sementara itu, bekas Menteri Kehakiman Mustafa Abdel Jalil membentuk pemerintahan transisional untuk menggantikan rezim Khadafi yang praktis kini hanya mengendalikan beberapa wilayah di sebelah barat kota Tripoli, dan beberapa benteng pertahanan the wilayah selatan yang gersang.
Abdel Jalil mengatakan bahwa pemerintahan transisional ini diisi oleh tokoh-tokoh militer dan sipil yang akan bekerja tidak lebih dari tiga bulan untuk mempersiapkan pemilu yang adil, agar rakyat Libya bisa memilih pemimpin mereka. 
Belum dapat diketahui sejauh mana dukungan masyarakat terhadap pemerintahan caretaker yang dibentuk Abdel Jalil. Namun, Duta besar Libya untuk Amerika Serikat Ali Aujali mengatakan bahwa ia mendukung dewan nasional bentukan Abdel Jalil.
Yang jelas, Abdel Jalil telah melakukan rapat besar dengan banyak tokoh suku di Libya. "Sinyal-sinyal kejatuhan Khadafi semakin kuat. Faktanya suku-suku di Libya semakin kompak. Mereka menunjukkan persatuan dansolidaritas," kata Tony Birtley, kontributor Al Jazeera di Benghazi.

Sabtu, 12 Februari 2011

Masyarakat Mesir di Inggris Rayakan Mundurnya Mubarak

London (ANTARA) - Masyarakat Mesir di Inggris mengelar perayaan kemenangan menyusul mundurnya Presiden Husni Mubarak, di alun alun kota London, Trafalgar Square, Sabtu.
Pekerja sosial Tim Indonesia dan Timor Leste di Amnesty International, yang berkedudukan di London Aditya Muharam kepada koresponden Antara London, Jumat malam mengatakan bahwa perayaan besar-besar digelar untuk merayakan kemenangan rakyat Mesir di Kerajaan Inggris.
Sementara itu Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan Mesir memiliki kesempatan dan momen berharga untuk bergerak menuju "kekuasaan sipil dan demokratis" di Mesir.
Hal itu disampaikan PM Inggris beberapa saat menyusul pengumuman pengunduran diri Husni Mubarak sebagai Presiden Mesir setelah terjadinya demontrasi yang dilakukan rakyat Mesir selama 18 hari yang menuntut pengunduran diri Presiden Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun.
Pernyataan David Cameron disampaikan di 10 Downing Street, London, Jumat dan menyebutkan pemerintahan baru harus mulai untuk dengan membangun sebuah masyarakat yang terbuka, bebas dan demokratis.
Cameron mengatakan apa yang telah terjadi hari ini di Mesir merupakan langkah pertama dan Inggris sebagai teman Mesir siap untuk membantu dengan cara apapun.
David Cameron mengatakan Mesir telah mengalami "luar biasa" dan mendesak `kekuasaan sipil` setelah Husni Mubarak berhenti.
"Mereka yang sekarang menjalankan Mesir memiliki tugas untuk mencerminkan keinginan rakyat Mesir khususnya, harus ada perpindahan kekuasaan sipil dan demokrasi sebagai bagian dari transisi yang sangat penting bagi Mesir yang terbuka, demokratis dan bebas.
Sementara itu Pemimpin Partai Buruh Ed Miliband, mengatakan para pengunjuk rasa telah "meraih kemenangan besar" dan menyampaikan selamat dan tugas sekarang adalah menciptakan masa depan demokrasi yang dimenangkan hari ini"
Sementara itu pendiri dan pelindung dari British Society Mesir, Ahmed El-Mokadem, kepada BBC London mengatakan dia merasa "senang" Mubarak telah mengundurkan diri.
Ahmed El-Bayoumi, yang baru kembali dari dua minggu protes di Kairo dan berencana untuk terbang kembali ke negara asalnya pada hari Sabtu, menambahkan bahwa Mesir memiliki "begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangun kembali negara".
"Jelas, kita perlu melihat siapa yang akan mengambil kekuasaan Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujarnya.
Dia mengatakan orang-orang Mesir telah "kehilangan kepercayaan" selama masa Mubarak sebagai presiden, yang telah menghentikan pembangunan negara.
Presiden Mesir Husni Mubarak akhirnya mengundurkan diri ditengah tuntutan mundur para demonstran.
Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, baru saja mengumumkan Presiden Mubarak memutuskan mundur, dan kewenangan dipegang oleh dewan militer.
"Atas nama Allah yang Maha Penyayang, dalam situasi yang sangat sulit yang dihadapi Mesir, Presiden Husni Mubarak memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai presiden republik dan menunjuk Dewan Militer untuk menjalan tugas-tugas negara," kata Suleiman.
"Semoga Allah membantu kita semua," tambah Wapres Mesir. Pengumuman melalui televisi ini sontak disambut meriah oleh massa yang berdemonstrasi di Lapangan Tahrir dan kota-kota lain, seperti di Iskandariah.

Selasa, 01 Februari 2011

Israel-AS Diam-diam Bertemu Bahas Kondisi Terkini Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV - Israel makin cemas dengan posisi Presiden Mesir, Hosni Mubarak, yang kini diujung tanduk. Ehud Barak, menteri pertahanan Israel, diam-diam membahas situasi terkini di Mesir dengan Robert Gates, menteri pertahanan AS, pada hari Minggu. Tak satupun pejabat kedua negara ini mengkonfitmasi kebenaran berita itu, namun kantor Barak membenarkan.  Tidak ada rincian dari diskusi itu, semua bersifat rahasia. 

Selama akhir pekan, Israel mengevakuasi keluarga diplomat dari Kairo dan aparat keamanan mulai melakukan rapat-rapat secara intens. 

Perhatian utama Israel, mengutip surat kabar Haaretz, adalah bahwa people power bisa dikomandoi oleh kelompok oposisi terkuat Mesir, Ikhwanul Muslimin, dan sekutunya, yang mungkin akan  menjauhkan  dari keselarasan dengan Barat dan mungkin membatalkan perjanjian damai dengan Israel.

"Israel kini diliputi oleh rasa takut," tulis Sever Plocker, seorang komentator Israel, di harian Yediot Ahronot.

Menurut salah satu penasehat politik Preside AS, Barack Obama, Hosni Mubarak sudah habis.

"Jelas terlihat, pemerintahan Hosni Mubarak sudah kehabisan waktu," kata pejabat tinggi Gedung Putih yang identitasnya dirahasiakan ini pada New York Times, Senin.

Menurut dia, meski AS sudah memberi sinyal soal situasi politik di Mesir, tapi pemerintahan Obama tetap ingin rakyat Mesir lah yang menentukan masa depan mereka sendiri.

Obama juga terlihat sangat berhati-hati mengomentari persoalan Presiden Mesir. Menurut pejabat senior itu, kehati-hatian Obama berkomentar soal Mubarak dikarenakan sangat sensitifnya isu Mesir bagi AS. Bila Mubarak benar-benar jatuh, AS memperkirakan Mesir akan kacau.

Meski demikian, Obama memberi sinyal bahwa pemerintahan Mesir harus mengambil langkah-langkah konkrit untuk memulihkan kewibawaannya di depan rakyat.